web favorit

August 22nd, 2007 by hanykurniasari

Web Favorit aku nih kalo lagi browsing :

mail.yahoo.com
dah pasti donk buat ngecek imel masuk or buat ngirim imel ke teman2. Biasanya aku suka chat ama mu husb kalo dia lagi free juga.or chat ama teman2 lain yang udah pada mencar-mencar (bahasa apa tuh?).

www.friendster.com
Udah pastilah buat silaturahim ama temen2 yang udah pada jauh semua. Kadang seneng bgt kalo bisa nemuin temen2 lama yg dah ga tau kbrnya. Alhamdulillah ya, ada kebaikan dari teknologi bisa bikin manusia saling silaturahim. Kan silaturahim itu termasuk yang memperpanjang umur, memudahkan rejeki, setuju ga?

www.bukukita.com
Nahhhh….disini aku bisa lihat-lihat buku n resensinya, ga cuma itu, aku juga bisa pesan buku, mudah, dikirim n discountnya lumayan loh! (jadi promosi nih!). Disini juga ada blognya kalo kita mo bikin bikin blog.

www.google.com
dah tau donk , buat googling apa aja u want 2 know.

www.ayahbunda-online.com
To find out everything about how to be a good mom, good wife, good care for u r child. Sharing n infonya bermanfaat banget buat aku yang belum banyak ilmu n pengalaman nih.

apa lagi yach????????
ada usul???
kasih tau aku donk!!!!!!!

SANGATTA, KALTIM (part 2)

August 21st, 2007 by hanykurniasari

Cuaca yang berubah drastis.

Kota Sangatta ini memang
menyumbangkan Batubara yang cukup banyak. Terbukti dengan dibukanya Sangatta
menjadi kota
karena adanya
perusahaan Batubara yang berlokasi. Bayangan hutan Kalimantan ternyata
agak jauh dari perkiraan. Ketika yang saya lihat lebih banyak hutan
semak belukarnya. Menurut suami, ini disebabkan salah satunya dari
kebakaran
hutan yang pernah terjadi tahun 1997 lalu. Bekas-bekasnyapun meski
masih ada
tapi mulai tertutup oleh pohon baru. Namun akibat yang cukup terasa
adalah suhu
udaranya yang sangat panas itu, saya sampai merasa matahari benar-benar
diatas
kepala saya dan panasnya bisa menembus jilbab yang saya pakai.
Sementara kami
belum memilki rumah sendiri, sayapun terpaksa tinggal di wisma pegawai
yang
disediakan perusahaan. Cukup lama saya tinggal disana.
Sehingga terasalah segala suka dukanya.

Kota Sangatta ini terletak  hampir berada di garis khatulistiwa. Kalau
kita memandang ke langit di siang hari tuh terang banget sepertinya tidak ada
satu awanpun yang menghalangi matahari. Sedangkan di malam hari yang terlihat
dilangit hanya bulan, selebihnya gelap segelap-gelapnya alias gak kelihatan
awan atau langitnya acan. Cuaca
disini juga sangat drastis dan susah ditebak. Sebentar panas terik, tau-tau
hujan sederas-derasnya disertai angin kencang, terus tiba-tiba berhenti lagi
dan panas lagi. Begitu seterusnya. Kebiasaan saya malas bawa payung ketika di Jakarta jadi berubah sedia payung kapanpun, karena mau panas mau hujan harus selalu
dipakai. Lagipula disini tidak ada ojek payungnya.

Disini juga ada kendaraan angkot
dalam kota yang disebut Taksi.
Angkot ini satu-satunya kendaraan transportasi karena hanya melayani satu rute.
Itu juga karena jalur/jalan yang dilalui hanya satu rute. Dari ujung sampai
akhirnya mentok ya lewat disitu-situ juga. Gak bakalan nyasar deh. Hanya karena
disini penduduknya sedikit jadi mobil angkotnya sepi-sepi aja.

Ada juga jalur jalan lainnya tapi jalur itu digunakan untuk kendaraan tambang.

 

Lingkungan yang Islami.

Mungkin semenjak beroperasi
tambang, kota ini menjadi terbagi
dua. Maksudnya adalah ada kota Sangatta Lama dan Sangatta Baru.
Sangatta lama adalah kota
lama dari
Sangatta. Sesuai namanya disini suasana desanya sangat terasa. Mulai dari pasar
tradisional sampai bentuk rumahnya yang khas yaitu terbuat dari kayu ulin yang
tahan rayap dan berbentuk rumah panggung. Disini tinggal penduduk lama.
Penduduk lama artinya mereka belum tentu asli Sangatta tapi sudah lama di
Sangatta karena asalnya kebanyakan dari Jawa dan Sulawesi.
Sementara Sangatta Baru terlihat lebih modern karena memang dipenuhi
fasilitas-fasilitas penunjang yang tersedia. Mulai dari tempat olahraga, Gedung
sekolah sampai pusat jajan. Pasar atau pusat jajan ini biasa disebut Town Hall.
Disini ada pasar basahnya, pusat jajannya , mini market dan fasilitas seperti
Bank, Klinik dan Kantor Pos, dan perumahan . Saya fikir fasilitas2 tersebut
memang perlu ada mengingat dulunya Sangatta kota kecil lalu dengan datangnya para pendatang yang bekerja dan kemudian menetap di
situ otomatis mereka memerlukan fasilitas penunjang untuk mempermudah kehidupan
di kota kecil ini.

 
Ada suatu kekaguman tersendiri yang saya rasakan
dari kota ini. Mungkin karena menyadari sama-sama pendatang, penduduk
disini sangat bagus
toleransinya dalam hal kebiasaan dari masing-masing suku. Ini terlihat
dari penduduk yang tinggal di perumahan2 di kota Sangatta Baru. Bagi
penduduk muslimnya, nilai2 islam sudah sangat kental
disini. Saya kerap melihat para ibunya sangat rapat menutup jilbab. Ini
diikuti
dengan anak-anak perempuan mereka yang diajarkan pula berjilbab.
Keluarga
mereka rata-rata memiliki anak banyak.

Para ayah dan ibu
memiliki konsep keislaman yang baik. Begitupula pergaulan antara sesama muslim
mereka banyak mencontoh pada sunnah Rosul. Saat sang ibu hamil misalnya, mereka
tidak membiasakan adat ‘nujuh bulanan’ melainkan memasyarakatkan aqiqahan.
Sehingga saat ada keluarga yang memiliki bayi maka akan disambut suka cita oleh
semua orang. Saya sempat merasakan bagaimana silaturahmi yang kuat ketika
seorang ustadz dan keluarga muslim dikota itu mengadakan aqiqahan untuk putrinya. Ramailah kaum muslimin yang datang.
Soal kesadaran berzakatpun patut diacungi jempol. Mereka terbiasa menyisihkan
penghasilannya untuk menabung idul Qurban, membayar zakat profesi sampai
mengikuti asuransi takaful untuk menunjang pendidikan putra-putrinya. Itu semua
selalu di sisihkan setiap bulannya. Karena itu fungsi BMT ( Baitul Maal wa
Tamwil) dikota ini sangat berperan, meski Bank konvesional pun tetap ada
sebagai penghubung antara perusahaan dengan para pegawai. Pengalaman saya
ketika sempat bekerja di BMT satu-satunya yaitu BMT Daarussalam di Sangatta
membuat saya bisa melihat dan mengetahui dari dalam bagaimana penduduk muslim
di kota
ini terbiasa menabung, dan
menyisihkan penghasilannya tersebut secara rutin.

 
Saat Ramadhan dan Idul Fitri
mereka biasanya saling mengundang satu sama lain untuk berbuka puasa di
rumahnya. Sebuah keluarga yang kami kenal baik kerap mengundang kami berbuka
puasa dirumahnya. Waktu itu saya sama sekali tidak membantunya menyiapkan
hidangan. Kami selalu datang dan hidangan yang subhanallah lezatnya sudah
tersedia. Padahal saya tau ummahat tesebut memiliki 6 anak yang lucu dan super
aktif. Begitupun saat lebaran. Kata suami, kebiasaan disini saat lebaran
adalah, siap-siap saja makan karena disetiap tempat yang kita datangi tidak
pernah mengizinkan kita pulang tanpa mencicipi hidangannya. Al hasil saat
lebaran tahun lalu saya dan suami 3 kali makan semuanya ditempat orang yang
kita datangi. Maklumlah karena kami masih tinggal di wisma, dan peraturannya
tidak mengizinkan penghuninya masak memasak disana. So, memenuhi undangan
silaturahmi lebaran jelas jadi alternative yang membantu sekaligus
menyenangkan.

Ada yang unik dari kota ini yaitu nama perumahannya.
Di Sangatta Baru ini ada beberapa perumahan yang ditempati para
karyawan.Ada yang disebut Panorama letaknya tepat ditengah kota dan
cukup jalan kaki bila menuju Town Hall.

Ada pula Lembah, Bukit dan G-House. Mungkin karena struktur tanah yang menyebabkan
perumahan itu ada yang terletak di daerah bukit, daerah lembah atau rawa. Nomor
rumahnya pun cukup singkat menyesuaikan dengan lokasi perumahannya. Untuk Bukit
inisialnya menjadi K, Lembah menjadi L, Panorama menjadi F dan G-House menjadi
G. Jadi jika orang menyebut alamat rumahnya di K-120 berarti orang itu tinggal
di Bukit no.120 tidak perlu susah-susah menghapal nama jalan apalagi rt/rw.
Bentuk rumahnya juga unik. Sama seperti rumah penduduk lainnya, semua rumah
dibuat panggung dan terbuat dari Kayu Ulin. Menurut suami, hal ini dikarenakan
struktur tanah dikota ini sangat
labil dan berbukit bukit sehingga jika dibangun rumah dari bata/beton malah
berakibat retak-retak didindingnya.

Di kota ini
juga terdapat Masjid yang dibangun disetiap perumahan. Namun ada satu
Masjid yang menjadi pusat segala kegiatan Islam bagi kaum muslimin.
Namanya
Masjid Daarussalam. Masjid ini terletak dipinggir jalan raya kota
Sangatta Baru sehingga sering dilalui banyak orang. Saat ramadhan,
masjid ini
ramai dengan kegiatan islam seperti ifthor bersama, sholat tarawih,
bedah buku
dan tak jarang mengundang ustadz-ustadz dari pulau jawa. Di masjid ini
juga
didirikan TKIT Daarussalam  yang dikelola
oleh ikhwan dan akhwatnya. Namun memang kota Sangatta ini kader-kader
ikhwan akhwatnya masih terbilang sedikit. Kebanyakan
mereka sudah berkeluarga, sehingga tidak salah jika kini sedang
diupayakan
perekrutan kader-kader baru dari siswa/I SMU. Menyadari hal itu
beberapa kali
Partai Keadilan disini mengadakan kegiatan-kegiatan dengan tujuan
menarik
simpatisan dan juga memberi pemahaman islam lebih jauh lagi. Untuk itu
kegiatan
seperti aksi jalan santai sambil bagi2 stiker, sanlat sampai dakwah
dengan cara
jaulah (perjalanan beberapa hari ke tempat2 tertentu khusus untuk
menyebarkan islam ) sudah
menjadi kegiatan rutin. Mudah-mudahan ini akan semakin meluaskan angin
kedamaian di bumi islam.

 
Dari semuanya itu, interaksi kami
dengan masyarakat sungguh sangat berkesan. Keramahan, dan persaudaraan sangat
terasa kental mewarnai, seolah perbedaan justru menjadi pemersatu bagi kami. Semuanya
itu membuat saya semakin menyukai berada di kota
tambang ini. Hingga akhirnya saat saya dan suami kembali ke Jakarta,
terasalah ukhuwah yang terjalin selama ini begitu membekas seolah
setiap orang di
Sangatta tak rela melepas kami pergi. Saat silaturahmi untuk yang
terakhir
kalinya semua kebaikan itu masih terbayang dibenak kami. Bahkan suami
saya pun
merasa berat meninggalkan kota ini.
Menurutnya kota ini sudah banyak
memberinya saudara, persahabatan, dan keluarga yang mungkin tidak
didapatnya di
tempat lain. Kedamaian yang kami rasakan hingga kini, membuat kami
masih
berharap kelak bisa datang lagi. Mudah-mudahan saat itu kota Sangatta
benar - benar menjadi kota yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Amiin.

· Salam kami buat Kel.Bp.Rumanto
dan Bp.Toren, di Sangatta Baru, Pak ITB, Ust.Munif, Ust.Sayuti dll di BMT ,semoga
bisa ketemu lagi.

· Buat Bu Sri Budi,
Hafidz, mba Ika dll gimana kabarnya, kangen deh sama Sangatta!

· mba Dewi, mba
Maya, dll dan teman semua di Wisma Rayah (Semangat donk datang ke Pengajian
Putri/Putra di Barak) .

SuperMom for Super Environment

August 21st, 2007 by hanykurniasari

Huh…….!baru hari Selasa!
Buatku yang 100% dirumah, hari Jumat masih terasa jauh sekali.
Padahal tugasku sebagai mom dan sebagai istri tidak pernah ada habisnya. Seperti siklus hujan yang berputar terus selama masih ada air dan matahari yang menyinari.

****
Aku ini si tipe Melankolis Sempurna BANGET!!!!!!!
ga bisa lihat rumah kotor, kamar berantakan, cucian piring numpuk, baju kotor numpuk,anak belum mandi, anak ga makan sesuai jadwal…..dan…..segudang ketidak sempurnaan lain yg bila tampak didepan mataku pasti bikin aku senewen.
Bahkan kebiasaan suamiku yg suka lupa menutup pintu!

Pintu apa saja,
pintu rumah….
pintu kamar….
sampai pintu lemari….
Bisa dibilang, kami pasangan Buka dan tutup…
suamiku yang suka membuka dan lupa menutup…
jadinya aku selalu yg menutup dan merapihkan segala kesemrawutan dalam rumah.

****
Tapi ternyata terlalu Melankolis Sempurna itu….bikin cape’
ya cape fisik…
cape pikiran…
kadang-kadang cape hati…
Rasanya hidup seperti robot…ga bisa enjoy….

jadi aku mo belajar menerima ketidaksempurnaan…
belajar menurunkan standart kerapihan…
sejauh itu dalam batas wajar…
Jadi Plegmatis yang damai ternyata asyik juga….

****
Tapi aku ini termasuk Ibu yang Koleris kalo urusan mendidik anak
Kadang kasian juga melihat anaku yang sekecil itu sudah dididik disiplin yg ketat.
Waktunya mandi harus mandi…
waktunya makan harus makan…
waktunya minum susu, harus minum sampai habis…
waktunya main…kubebaskan mereka bermain sejauh pandangan mataku masih menjangkau kegiatannya…
Kadang caraku jadi seperti tentara… ga ada tawar menawar…

Huh…! akhirnya aku juga yg cape’
jadi koleris yang terlalu kuat bikin urat syaraf ga bisa kendor…
makanya sekarang aku belajar jadi Sanguinis juga…

Supaya, aku bisa ikut bermain bersama anaku…
mendengar celotehnya…
tertawa bersamanya….
menyanyi lagu kesukaannya…
jadi temannya disaat gembira…
dan jadi tempat bersandarnya dikala sedih…

****
Super Mom for Super Environment
tugas yang lebih berat dibanding aku disuruh berkarir diluar rumah
Hope i can do my best…
for my beloved husband…
for my lovely sons….
I Love U All dear…

Antara susu UHT dan susu Formula

August 21st, 2007 by hanykurniasari

Imel ini aku dapat berdasarkan pertanyaan yg kukirim ke redaksi susu ultra. Bagus buat menambah wawasan para orang tua. so selamat membaca ya…. mudah2an bermanfaat.

—- Original Message —–

From: "hany kurniasari" <hanny_sari@yahoo. com>

To: "ultra" <seputarsusu@ ultrajaya. co.id>

Sent: Friday, January 19, 2007 4:04 PM

Subject: Antara susu UHT dgn susu Formula

dear redaksi,

terima kasih sudah menjawab surat saya yg pertama dhl tentang susu dan Obat.

Skrg sy ingin menanyakan manfaat antara susu UHT dgn susu formula. Spt yg

diketahui susu Formula bayi sampai usia 5 thn sgt byk beredar baik merek

maupun kandungan gizinya. Yg ingin sy tanyakan:

1. Mana lebih baik kandungan gizi susu UHT dgn susu Formula?

2. sy perhatikan di luar negri sana tdk banyak ibu yg menggunakan susu

formula sbg pengganti ASI, melainkan menggunakan susu UHT. Bgmn cara

pemberian susu UHT kepada bayi diatas 1 thn utk beralih dari ASI?

3. Setelah ASI eksklusif 6 bln, susu apa yg baik diberikan kpd bayi sbg

tambahan?

Terima Kasih atas jwbnnya.

Jawaban Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS:

Terima kasih atas pertanyaan Ibu Hany,

Secara alami susu segar telah mengandung semua zat gizi dalam jumlah dan
komposisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sesuai dengan namanya,
susu formula adalah susu yang diformulasi dengan bahan-bahan lain, agar
memiliki komposisi seperti yang diinginkan. Itulah sebabnya, mengapa saat
ini di pasaran ditemui begitu banyak macam susu formula, masing-masing
dengan klaim dan iming-iming tertentu.

Bayi hingga usia 4-6 bulan sebaiknya memang mendapatkan ASI eksklusif  Di
atas usia tersebut sudah saatnya untuk mendapatkan makanan pendamping ASI
(MP-ASI).  Untuk sementara MP-ASI yang dipilihkan dapat berupa susu formula
khusus untuk bayi di atas 6 bulan.  Bila nanti sudah berusia 9 bulan, bayi
ibu sudah bisa dilatih dengan susu UHT, tetapi harus diencerkan terlebih
dahulu dengan air.  Apabila sudah berusia 12 bulan, susu UHT dapat diberikan
seutuhnya anak. Jumlah yang diberikan berkisar antara 2 - 3 gelas sehari (1
gelas = 250 ml)., sesuai kemampuan anak.

Susu UHT direkomendasikan untuk diberikan kepada anak usia di atas 12 bulan.
Dengan demikian putra Ibu sudah memenuhi kriteria tersebut. Budaya minum
susu UHT harus dipertahankan hingga usia balita, remaja, dewasa bahkan
lanjut usia.  Karena melalui minum susu secara rutin, fisik anak akan tumbuh
secara optimum dan kuat, serta kesehatannya akan selalu terjaga prima
sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.

Sejak dini harus diusahakan agar anak memiliki status gizi yang baik, yaitu
tidak kurang dan juga tidak lebih. Oleh karena itu, anak-anak harus
diusahakan memiliki status gizi yang baik melalui pola makan yang benar,
yaitu dengan menerapkan konsep menu seimbang.  Menu seimbang artinya makanan
yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral, sesuai
dengan kebutuhan anak. Cara paling sederhana untuk memonitor status gizi
anak adalah dengan cara mengukur tinggi badan atau berat badan, serta
mencocokkannya dengan Tabel tinggi badan menurut umur atau Tabel berat badan
menurut umur.  Tabel tersebut bisa dilihat di buku-buku tentang gizi atau
panduan rumah sakit.

Susu UHT (Ultra High Temperature) merupakan susu yang diolah dengan suhu
pemanasan sangat tinggi (135-145ºC) dalam waktu yang sangat singkat (2-5
detik). Pemanasan dengan suhu yang sangat tinggi bertujuan untuk membunuh
seluruh mikroorganisme, baik pembusuk maupun patogen (penyebab penyakit).
Waktu pemanasan yang sangat singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan
nilai gizi susu, serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif
tidak berubah dibandingkan susu segarnya.  Di dalam teknologi pangan, telah
diketahui bahwa pengolahan dengan suhu pemanasan yang tinggi tetapi dengan
waktu yang sangat singkat, lebih dapat menyelamatkan nilai gizi daripada
suhu pengolahan yang lebih rendah tetapi dengan waktu yang lebih
lama.Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT relatif lebih sedikit
pengaruhnya terhadap kerusakan zat-zat gizi, dibandingkan dengan pengolahan
susu bubuk.

Susu bubuk berasal susu segar yang kemudian dikeringkan, umumnya
menggunakan spray dryer atau roller dryer. Kerusakan protein sebesar 30%
dapat terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk. Kerusakan
vitamin dan mineral juga lebih banyak terjadi pada pengolahan susu bubuk.

Susu UHT dapat dijadikan sebagai pengganti susu bubuk.  Dalam beberapa hal,
susu UHT lebih praktis diberikan kepada anak-anak, yaitu mudah dibawa, tidak
perlu waktu untuk menyiapkannya, serta awet disimpan pada suhu kamar selama
10 bulan meskipun tanpa bahan pengawet.  Konsumsi susu penting untuk
meningkatkan sistem imunitas (kekebalan) tubuh terhadap berbagai penyakit.

Sesungguhnya susu cair dapat diandalkan sebagai bahan pangan sumber zat gizi
yang sangat baik.  Itulah alasan utamanya mengapa konsumsi susu cair di
dunia selalu lebih tinggi dibandingkan susu bubuk.  Hanya di Indonesia,
berlaku hal sebaliknya. Hal tersebut merupakan warisan masa lalu, khususnya
di zaman penjajahan yang lebih mudah untuk mendistribusikan susu bubuk
ketimbang susu cair.  Kendala lain di masa lalu adalah keterbatasan
teknologi pengolahan susu dan keterbatasan lemari pendingin.

Selain itu keunggulan susu UHT dibandingkan yang lain adalah: (1) aman untuk
dikonsumsi, karena telah bebas dari mikroba pembusuk dan mikroba penyebab
penyakit, (2) memiliki warna, rasa dan penampakan yang mirip susu sapi
segar, (3) susu bersifat awet dan tanpa bahan pengawet, (4) sangat praktis
untuk dikonsumsi dan tidak membutuhkan lemari pendingin, (5) mengandung zat
gizi yang sangat bermanfaat bagi pemeliharaan kesehatan tubuh yang optimal.

Semoga ibu & keluarga tetap mengkonsumsi susu UHT untuk memperoleh manfaat
yang optimal…

Salam Hangat,

seputar susu

Bagaimana Membuat ASI melimpah

August 21st, 2007 by hanykurniasari

SHARING

Bagaimana membuat ASI melimpah

Sumber: Ibu-ibu DI      

Tanya

Adikku
baru melahirkan mungkin karena caesar ASInya belum keluar juga, selain
daun katuk ada yang tahu bagaimana membuat Air ASI melimpah..? Terima
kasih ya [Yn]

Jawab

Pepaya muda, Durian, Daging kambing, Kacang bogor, kacang-kacangan [Id]

Sedikit sharing dari mantan ibu menyusui :
Minum
air putih banyak-banyal, Juice buah-buahan, Sayur bening : selain daun
katuk bisa coba daun bayam, daun kacang tanah pokoknya daun-daunan
hijau. Juice kacang hijau, kalau bisa jangan cuma air rebusannya saja.
Susu sapi atau soya, kacang tanah rebus dan lain-lain. Kesimpulan :
asupan cairan banyak-banyak, asupan gizi yang baik serta usahakan
setiap bayinya bobo mamanya ikutan bobo (alias istirahat yang cukup)
dan yang terakhir tetap bersemangat untuk menyusui, semakin sering
di-minum-kan semakin banyak ASI-nya berproduksi (ASI is based on
demand), dan jangan lupa payudaranya dipijat setiap mandi, biar
kelenjarnya tidak ada ada yang mampet. Semoga bermanfaat yaa dan semoga
sukses [Bb]

ASI awal (kolostrum) jumlahnya cuma sekitar 5-7mL sekali keluar. Karena memang kebutuhan baby-nya cuma segitu, bisa lihat di http://4sehat5sempu rna.blogspot. com.
Seiring dengan waktu, semakin sering dihisap oleh bayi, jumlahnya
semakin meningkat. Untuk memperbanyak, yang paling penting makan/minum
yang bergizi, percaya diri dan nyaman. Nanti jumlah ASI akan meningkat
sesuai kebutuhan bayi. Dulu, karena anakku d RS, sampai 10 hari selama
itu, aku nyaris tidak pernah menyusui langsung cuma dipompa saja. Tapi
jumlahnya banyak juga. Padahal makanku juga begitu-begitu saja, yang
penting tidak stress.  Selamat untuk adiknya ya mbak [DH]

Pengalamanku
melahirkan anakku 8 bulan yang lalu pun dengan cara caesar. Malah waktu
itu aku tidak pakai pengasuh khusus buat bayiku. Cuma dibantu tukang
mandikan bayi saja untuk urusan bayi. Tapi memang kondisi tiap orang
beda-beda. Alhamdulillah sampai hari ini masih kasih ASI dan memompa
ASI 2x sehari dan berhasil kasih ASI exclusive selama 6 bulan pertama.
Yang sudah-sudah, aku turuti saran-saran warisan leluhur yang kira-kira
bisa buat masukan. Pakai cara kampung malah bagus sekali, kebetulan
waktu lahir anakku kecil sekali (cuma 2780 gr). Makanya aku niat sekali
mau kasih yang terbaik. Alhamdulillah dalam 3 minggu anakku sudah naik
1 kg hanya dengan ASI. Yang penting mbak:
* niat dan jangan stress. yakin saja, biar ASInya baru sedikit tapi terus usaha
* sesering mungkin ASI dikeluarkan, dikasih ke bayi langsung atau sesudahnya dipompa
* sering-sering di pijat (kalau lagi mau mandi atau sebelum mompa)
*
banyak minum air putih kalau habis pompa ASI, minum susu/susu kedelai
2x sehari. Juice jeruk, alpukat, tapi aku menghidanri air es.
*
makan kacang-kacangan & sayuran hijau yang direbus. Ada makanan
jawa, bongko (bahasa jawanya pelas yang dibuat dari kacang tolo dan
kelapa muda yang dibungkus seperti botok) kalau itu efeknya luar biasa,
di tiga bulan pertama, aku sering makan itu dan kalau bangun tidur baju
bisa sampai basah sama ASI
* makan pepaya muda/labu siam biasanya di
sayur asem. atau sayur bening. Aku jarang makan katuk, karena tidak
cuma daun katuk yang membuat ASI melimpah
* minum perasan daun
pepaya–kalau ini pahit sekali, katanya supaya bayinya tidak gumoh dan
tidak diare–dan ini terbukti sudah 8 bulan ini anakku Alhamdulillah
tidak pernah diare (jangan sampai ya) sampai sekarang aku masih minum
jamu daun pepaya ini (kebetulan di samping kantorku ada mbok-mbok yang
jualan jamu gendong)
* aku sering ngemil biji kedawung yang disangrai (juga beli di mbok jamu) biar anaknya tidak kembung
*
kalau ASInya sudah berhasil banyak, bisa ditingkatkan kualitasnya
dengan makan protein kaldu daging atau ikan, kaya ikan salmon, keju,
tahu tempe juga bagus lho mbak, itu yang sudah aku jalani, sampai
anakku usia 6 bulan aku bisa merah sebanyak 3x (subuh, siang hari di
kantor, dan malam @ sebanyak 280-320cc) untuk pompa aku pakai medela
mini electric-maaf lho bukan promosi-dan ini benar-benar membantu
sekali. Moga-moga membantu ya mbak [Sls]

Dear moms yang lagi
ASI ekslusive, menurut teori dari milis sebelah, plus konsul di klinik
laktasi, hampir bisa dibilang tidak ada jenis makan tertentu yang
membuat ASI melimpah. Yang penting PEDE, makan, minum dan istirahat
yang cukup. Waktu menyusui anakku (sekarang 3 tahun) tiap hari makan
katuk, tapi kena baby blues..walah itu ASI jadi sedikit sekali
keluarnya..Aku baru berhenti menyusui anak keduaku (15 bulan) 4 bulan
yang lalu. ASI sepenuhnya sampai 11 bulan. Karena sudah niat, lebih
siap dan rileks selama menyusui terutama ketika cuti, makannya banyak
sekali. Sehari bisa 4-5x makan besar, segala macam dimakan. Dan makan
daun katuk bisa dihitung pakai ½ jari tangan. Sayur favotit ketika anak
kedua, oseng-oseng daun papaya. Minum air putih agak aku paksakan, haus
tidak haus sekali minum harus 1 mug, minimal setiap jam sekali. Terus
ketika sudah mulai masuk kantor, konsumsi Moloco B12. Pil ini lebih
direkomendarikan sama DSA milis sebelah, dibanding pil LA yang notabene
jamu. Sehari minum 3x dalam seminggu terasa derasnya, sugesti juga kali
yaaa..aku beli langsung 1 dus, kalau deras sekali ya minum 2x saja,
kalau terasa sedikit ya minum 3x. Aku mulai peras untuk stock freezer
ketika anak kedua berusia 1 minggu, iseng saja awalnya tapi ternyata
bisa dapat 75ml wah langsung PEDE dan diakhir masa cuti itu 168cm-52kg
sekarang malah 50kg. 5 liter stock itu akhirnya habis sebelum anakku
berusia 6 bulan, karena di kantor aku agak santai ketika memerasnya,
kurang motivasi mungkin karena teringat stock banyak jadinya suka tidak
ngotot kalau bisa jangan sampai kosong stock di freezer karena kemarin
waktu anakku usia 5.5 bulan, aku sempat sakit demam yang tidak jelas
penyebabnya, jadi tidak nafsu makan dan ASI-pun seret, Nah kalau
saat-saat seperti ini ASI beku itu menolong sekali, maaf jika tidak
berkenan dan semoga berguna yaa..[IT]

Hallo, aku mau sharing
ya, kebetulan tanggal 22 april ini aku melahirkan dengan Caesar juga.
Pada hari-hari pertama melahirkan yang keluar memang belum ASI yang
sesungguhnya tapi hanya kolustrum. Kolustrum ini warnanya tidak seputih
susu dan jumlahnya tidak banyak (dari literatur yang aku baca hanya
beberapa sendok). Beberapa hari kemudian baru kolustrum berubah secara
pelan menjadi ASI yang sesungguhnya. Kalau hari pertama belum ada
kolustrum sebaiknya bayi tetap disusui, karena isapan bayi akan
merangsang otak untuk memproduksi ASI. Soalnya banyak yang berfikir
nanti saja menyusuinnya menunggu ASI keluar. Kalau menurutku justru
dengan terus menyusui (meski belum ada kolustrum) akan merangsang
pemebentukan ASI. Oh iya, jam 6 sore aku dioperasi dan jam 11 malam
bayi baru diantar (jadi ceritanya aku gagal early latch on atau ELO)
tapi alhamdulillah di hari ini ASI-ku lancar sekali dan bayiku juga
tidak malas minum ASI. [RR]

Hai, Mbak dan Moms semua, Apa
kabar..?? Aku baru balik kantor lagi setelah melahirkan anak keduaku.
Terima kasih atas semua perhatian dan smsnya. Alhamdulillah berkat
informasi dari moms semua, anak ke 2 ini aku berhasil kasih ASI
exclusive (paling tidak sampai hari ini..hiks..) sebelum cuti kemarin
aku buka-buka file DI dulu tentang ASI and sebelum melahirkan aku
sempatkan diri ke klinik laktasi di Carolus and hasilnya memang sejauh
ini baik sekali. Mungkin untuk adiknya mbak yang paling penting adalah
jangan stress dulu karena memang yang terpenting niat dan pikiran kita
mau kasih ASI exclusive terus berikutnya karena habis operasi mungkin
cari posisi yang enak sekali untuk menyusui memang ini tidak mudah
harus dengan bantuan orang lain insya Allah kalau sudah merasa nyaman
ASI juga bisa dihisap si bayi jadi produksi juga makin lama makin
banyak.

Selebihnya info-info dari moms yang lain sepertinya
sudah cukup ya. Aku tiap hari juga selalu makan sayur-sayur hijau
(buatku yang membuat ASI deras itu Katuk, Sawi, Daun Singkong)
Awal-awal dibantu minum lancar ASI. Pijat juga penting, juga
sering-sering putting susu diolesi minyak kelapa / minyak goreng juga
boleh biar dia lentur jadi tidak cepat lecet dan luka, tapi habis itu
dilap pakai air hangat sampai bersih ya.. Aku masuk kantor mulai hari
senin kemarin, awalnya sempat tidak pede, takut hasil pompa tidak
banyak padahal Aqila minumnya banyak sekali. Tapi alhamdulilah sejauh
ini aku bisa mompa sampai 4 botol yang 120 cc (mudah-mudahan bisa terus
soalnya ini baru 3 hari…hiks. .) memang masih defisit tapi paling
tidak masih ke-kejar dari stock aku di freezer..Doain ya moms,
mudah-mudahan aku bisa kasih ASI exclusive walaupun sambil kerja
begini. Kalau ada bisa sharing pengalaman tentang pemerasan - maksudnya
memeras ASI di kantor, silahkan saja ya…aku seneng sekali bisa jadi
pegangan aku untuk lebih PEDE (maklum kadang suka tidak PEDE juga)
selamat buat adiknya mbak [RQ]

Pertama kali melahirkan, kadang
memang ASI tidak langsung keluar, coba payudaranya diurut sedikit,
terutama daerah aerolanya, atau langsung saja suruh bayi menghisap.
Rangsangan ini akan membuat ASI terproduksi dengan lancar. Semakin
banyak dihisap, produksi ASI akan semakin banyak dan bisa distimulasi
juga dengan makan aneka sayur hijau (tidak cuma daun katuk saja),
kacang-kacangan (semua jenis), semua makanan yang bergizi. Hindari
sayur yang mengandung banyak gas seperti kubis, brokoli dan cabe karena
akan membuat bayi kembung. Selain itu faktor psikologis juga pengaruh,
ibunya jangan tegang atau takut. Nikmati saja saat-saat menyusui ini,
menyenangkan sekali apalagi saat si bayi mulai bisa menatap mata kita,
dan tangannya memainkan baju…wahhhh itu merupakan momen yang paling
indah dan jangan lupa istirahat yang cukup  [An]

Benar mbak,
meski kita sudah makan seabrek-abrek plus vitamin dari dokter plus
dipijit kalau ibunya stress ASI pasti sudah keluar. Pengalamanku
begitu, sebelum melahirkan aku sudah baca-baca dan dapat banyak masukan
dari orang. Eh pas lahiran, ibuku plus ibu mertuaku menilai ASIku
kurang jadi mereka ngotot anakku harus dikasih susu kaleng (kebayang
tidak anakku umurnya baru seminggu). Alasan mereka karena anakku nangis
terus kalau lagi tidur. Padahal menurutku karena dia kepanasan dan
kalau sudah dilepas bedongnya dia tenang. Akhirnya aku jadi stress dan
senewen sendiri. Coba saja yang menyerang ibu kandung plus ibu mertua.
Memang dokterku sudah mengingatkan, orang pertama yang menggagalkan ASI
ekslusif biasanya adalah neneknya. Argumen mereka, pengalaman siapa
sih? masa cucuku dikasih ASI es tidak basi apa.. bla..bla.. Waduh maaf
jadi curhat. INTINYA: jangan stress makan buah dan makanan yang sehat
tidak berlemak dan pedas. Semoga sukses ya mbak. Kalau masih sedikit
keluarnya. Ada baiknya mbak ke klinik Laktasi di RS Pondok Indah atau
Carolus. Semoga Sukses ya [Erz]

2007-05-27 21:27:03

asyiik aku bisa nulis di blog sendiri

August 21st, 2007 by hanykurniasari

asyiikkk…..alhamdulillah…. akhirnya aku bisa nulis di blog sendiri. dah lama aku pingin punya blog, eh baru sekarang bs kelar bikin di frienster.

***
disini aku bebas mo nulis apa aja. apa aja yg jadi suara hatiku, yang mengusik pikiran dan perasaan. Soalnya kalo debat ama org lain kaya’nya aku mulu yg salah. yah maklum deh, kemauan besar tapi ga punya ilmunya.

***
anyway aku coba belajar dari semua kritikan org, siap mengkritik orang ternyata harus siap dikritik juga. Coz ga semua pendapat kita disetujui org lain. Menurut kita benar, menurut org lain salah or sebaliknya. yah…kudu di sabar-sabarin. coz i’m only ordinary woman.

***
mudah2an di blog ini aku bs menulis semua yg jadi pemikiranku. mudah2an juga bs berguna buat orang lain. begitu kata penulis terkenal Helvy TR.tapi aku ga mungkin lah ngalahin masternya penulis. ya…akukan menulis utk terapi diriku sendiri. dari pada disimpan dalam hati. Kalo dikeluarin ke org yg bersangkutan, ntar ada yg marah, tapi akukan punya hak ngomong juga. krn kalo ga dikeluarin bisa sakit jiwa. hehehe… serius amat HAn!

Selamat menulis, selamat membaca!

***

SANGATTA, KALTIM (part 1)

August 20th, 2007 by hanykurniasari

SANGATTA, KALTIM –

Cikal Bakal Kota dengan Tatanan Islami.

 

Lingkungan masyarakat dengan
tatanan Islam didalamnya sudah tentu menjadi dambaan setiap muslim,termasuk
saya sendiri. Meskipun saat di Jakarta saya aktif dalam kegiatan Islam
dikampus, tapi melihat kota yang terletak di timur Kalimantan ini membuat saya
merasa belum apa-apa dalam ‘mewarnai’ lingkungan saya.

Saya sangat beruntung
berkesempatan tinggal di kota ini
meskipun hanya beberapa bulan saja namun kesan yang saya dapatkan sungguh
berbekas dalam hati.

 

Pengalaman Naik Pesawat yang tak terlupakan..

Kurang lebih setahun yang lalu,
setelah 3 minggu sebelumnya suami saya mengucapkan ijab kabulnya di Jakarta sayapun segera diboyongnya kekota ini. Kebetulan saat itu sang suami memang sudah 2 ½ tahum lamanya bekerja di
perusahaan tambang Batubara KPC. Saya yang waktu itu baru saja menyelesaikan
kuliah tidak terlalu memikirkan seperti apa disana nantinya. Malah karena saya
hoby jalan-jalan, saya anggap ini justru kesempatan pertama saya untuk melihat
tanah Kalimantan.

Sesuai tanggal yang ditentukan
dan karena masa cuti suami sudah hampir habis, maka kami pun berangkat menuju Kalimantan dengan pesawat siang. Pertama kalinya saya harus berpisah dari Keluarga membuat
saya dan orangtua terbawa haru. Tapi dengan keikhlasan akhirnya Papa, Mama dan
adik-adik melepaskan saya untuk pergi. Tidak ketinggalan Ibu mertua dan sepupu
pun ikut mengantar sampai ke Bandara Soekarno-Hatta. Suasana haru membuat kedua
ibu kami itu tidak dapat menahan tangis, termasuk saya. Namun hati saya sudah
mantap untuk berangkat. Setelah pamitan dan check-in, kamipun segera menuju
pesawat yang akan membawa kami ke tempat yang baru, dengan hidup yang baru.

Terus terang saya belum pernah
tau bagaimana rasanya naik pesawat. Menurut mama saya pernah naik pesawat, tapi
sewaktu bayi saat dibawa ke kampung mama di pulau Sulawesi,
wah ya gak tau dong gimana rasanya. Akhirnya dengan rasa takut tapi penasaran
campur gembira, saya menaiki pesawat Mandala yang akan mengantar kami ke pulau Borneoitu. Yang tidak bisa saya lupakan adalah saat akan lepas landas. Suara mesin
pesawat ditambah kecepatannya saat take-off membuat saya bergidik dan ketakutan
sampai memegang tangan suami dengan kuatnya. Setelah pesawat sampai di ketinggian,
saya lebih terkagum-kagum manakala saya melihat kebawah, yang terlihat hanya kecil
saja semuanya seperti halnya kita melihat semut.Saya yang takut pada ketinggian
menjadi ngeri bercampur kagum karena dari sinilah saya bisa semakin menyadari
betapa kecilnya kita dibumi Alloh ini dan betapa tidak ada artinya bumi ini
dibandingkan isi alam semesta yang Maha Luas. Pemandangan dari atas melihat
awan dan luasnya langitpun lantas menjadi bahan dzikir kami akan penciptaan
alam.

Perjalanan Jakarta-Balikpapan
memakan waktu sekitar 2 jam. Namun karena perbedaan waktu 1jam maka waktu kami
tiba di Balikpapan hanya berbeda 1
jam dengan waktu keberangkatan di Jakarta.
Alhamdulillah, sampai juga. Mudah-mudah2an ini jadi awal yang baik bagi kami.

 
Transit yang berkesan.

Kota Sangatta terletak di arah
utara dari kota Balikpapan.
Kalau mau lihat di peta, letaknya tepat ada di bawah gambar Kalimantan yang membentuk seperti ‘hidung’.

Setelah tiba di Balikpapan kami masih harus menempuh perjalanan lagi menuju Sangatta. Kira-kira 7-8 jam
bila melewati jalan darat dengan rute lewat Kota Samarinda dan Bontang. Dari
Bontang sendiri hanya 1jam perjalanan saja.Tapi rupanya suami sudah memesan
kursi dengan pesawat casa perusahaan yang perjalanannya hanya 45 menit saja.
Namun karena hari itu kami berangkat hari Ahad maka tidak ada pesawat casa yang
beroperasi, otomatis kamipun harus tinggal di Balikpapan dulu untuk bisa ikut pesawat casa hari Senin jam 6 pagi. Sang suami belum
berani mengajak saya lewat jalan darat, katanya takut saya gak kuat dengan
alamnya. Akhirnya kamipun bermalam di Balikpapan dengan menyewa kamar di penginapan terdekat.

Inilah pertama kali saya
menginjakkan kaki di bumi Kalimantan. Saya punya banyak
kesan dengan kota BalikpapanBalikpapan ini. Meski bukan sebagai ibukota propinsi tapi Balikpapan termasuk kota yang pantas diacungi
jempol dalam hal kebersihan dan keteraturannya. Bahkan sopir-sopir angkutan
disana sangat tertib dan patuh. Pernah saya dan suami hendak makan siang di
salah satu pusat jajan kota yang
bernama Balikpapan Plaza (BP) kamipun naik angkot kecil warna kuning. Karena
terbiasa di Jakarta bisa turun
dimana saja, begitu juga saat kami akan turun. Kami segera menyetop angkot
ketika angkot itu lewat di depan BP karena kebetulan sedang lampu merah. Ketika
saya dan suami sudah turun dan menyodorkan ongkos, sopir angkot itu menegur
kami untuk naik lagi karena di depan lampu merah itu bukan tempat turun naik
penumpang dan merekapun tidak mau melanggar peraturan. Lalu dengan malu kamipun
naik kembali dan benar saja setelah melewati lampu merah tersebut, supir itu
menurunkan kami tepat di halte jalan. Wah! Malu rasanya mengingat
ketidakdisiplinan kami tapi jadi salut loh kita. Selain itu sopir angkot disana
pun tidak suka ngebut dan saling menyalib ketika menyetir. Mereka akan
menjalankan kendaraannya sesuai urutannya tanpa ada yang saling mendahului. So,
Dilarang Saling Mendahului sesama bis Kota mungkin tidak berlaku di kota ini.

Yang menjadi kekhasan kota transit ini adalah kita bisa mencari dan membeli oleh2 khas Kalimantan seperti Lampit dan amplang di satu pusat belanja yang dinamai Kebun Sayur. Di
sini, mulai dari kerajinan pernak-pernik hiasan uniknya, tikar Lampitnya yang
khas sampai makanan kerupuk yang terkenal Amplang bisa kita dapatin. Harganya
pun cukup terjangkau. Misal harga pernak-pernik hiasan gelang dan kalung
berkisar antara 5000 – 20000.

Adajuga batu-batuan khas seperti Kecubung dll yang biasanya dijual batunya saja
satu set atau sudah dalam bentuk perhiasan satu set yang bisa didapat dgn harga
mulai dari 75000 rupiah. Kalau Tikar lampit harganya berkisar antara 25000
sampai 175000 dengan ukuran bervariasi bahkan bentuknya tidak hanya tikar tapi
bisa menjadi perangkat alas piring makan, pajangan dinding dll. Sementara
penjual Amplang langganan suami biasanya menjual amplangnya dengan harga 10000
– 15000 per bungkus.

Setelah 1 malam di Balikpapan,
pada hari Senin subuh kami pun sudah check-in di Bandara Sepinggan Balikpapan
untuk kemudian menuju Sangatta.

 

Damai tapi Panas

Lain naik pesawat ternyata lain
pula naik casa. Pesawat kecil ini memang hanya melayani rute Balikpapan – Sangatta sebagai transportasi bagi pegawai perusahaan tempat suami bekerja.
Daya tampungnya pun hanya sekitar 20 orang plus awak pesawat yang mungkin 3-4
orang saja. Yang unik saat menaiki casa adalah tidak seperti pesawat besar,
suara mesinnya sangat keras melebihi batas toleransi pendengaran hingga bisa
terdengar sampai ke dalam kabin dan memecahkan telinga. Karenanya setiap orang
yang naik pesawat ini wajib menggunakan penutup telinga – disebut earplug - berbentuk
karet busa yang dimasukkan dalam lubang telinga selama dalam perjalanan. Alat
ini akan menahan tekanan udara dan suara mesin dari pesawat tsb. Jika tidak
digunakan maka penumpang dikhawatirkan pecah gendang telinganya.

Ada pengalaman berkesan saya ketika naik pesawat casa ini yaitu saya tidak tau
bahwa selama dalam perjalanan di pesawat kita tidak dianjurkan tidur sampai
pulas. Hal ini terjadi pada saya karena ngantuk yg tidak tertahan. Tapi
beberapa menit tertidur tiba-tiba gendang telinga saya terasa sangat sakit dan
semakin sakit seakan mau pecah rasanya. Mungkin kalau saat itu tidak sadar ada
di ketinggian, ingin rasanya saya lompat keluar. Rupanya tertidur membuat kerja
telinga kita dalam menahan tekanan udara menjadi tidak berfungsi. Inilah yang
menyebabkan telinga menjadi sakit.

Empat puluh lima menit dalam perjalanan casa, akhirnya kamipun tiba di landasan terbang Tanjung
Bara – Sangatta. Lebih cocok disebut landasan terbang karena airport ini memang
kecil dan hanya digunakan oleh pesawat casa ini saja. Alhamdulillah sampai.
Pemandangan yang saya lihat sungguh tidak jauh dari bayangan. Sunyi, terasa
damai tapi Panasnya luar biasa! Mungkin panasnya jakarta
masih kalah. Well, anyway Welcome to the Jungle!

 


 

 

 

Ga minum susu Prenagen, bikin bayiku jadi besar

August 20th, 2007 by hanykurniasari

Ketika hamil pertama kali, aku sudah punya
pengalaman dengan susu Prenagen seperti yang aku ceritakan dalam kisah
pertama.Karena Prenagen membuat bayiku lahir sehat, sempurna, cerdas dan ASI ku
juga banyak.

Saat aku menulis kisah kedua ini, aku baru
melahirkan putra kedua ku 3 minggu yang lalu pada 16 April 2007 melalui
persalinan normal dengan ditolong seorang bidan.

Dengan kehamilan kedua ku kali ini, aku punya
pengalaman lain dengan susu Prenagen.

Ketika itu , saat mengetahui kehamilan ku yang
kedua aku bertekad untuk terus minum susu Prenagen selama hamil dan menyusui
kelak. Apalagi sekarang prenagen ada yang variant baru yaitu Emesis untuk yang
mual, masa hamil dan masa menyusui. Ketika tanda-tanda ‘morning sickness’ muncul
lagi, aku lantas mencoba Prenagen Emesis. Alhamdulillah, mual ku makin
berkurang sampai akhirnya hilang setelah 3 bulan kehamilan. Tapi entah kenapa
menginjak usia kandungan 7 bulan, aku kembali tidak suka minum susu Ibu hamil,
sepertinya mual dan keengganan mencium bau dan rasanya membuat aku malas minum
susu. Aku dan suamiku kembali mencoba alternatif-alternatif seperti yang kami
jalankan pada kehamilan pertama. Tapi tidak berhasil. Akhirnya karena khawatir
janin kami kurang gizi dari susu, aku minum saja susu UHT atau susu sapi segar.
Dan ternyata memang bisa kutelan. Ya sudahlah, suamiku dan aku menyerah dengan
susu sapi. Ini kujalani sampai usia kandunganku 9 bulan dimana waktunya
persalinan tiba.

Dan betapa terkejutnya bidan yang memeriksaku
karena bayi yang kulahirkan lebih besar jauh diatas berat badan anak pertamaku
ketika lahir. Ya, bayi keduaku lahir dengan berat 3.550 kg dan panjang 50 cm.
Hal ini membuat proses persalinanku berjalan cukup ‘alot’ karena postur tubuhku
yang sebenarnya termasuk mungil. Terasa keras sekali ketika aku harus mengedan
berkali-kali. Bahkan ketika kepala bayiku sudah keluar, bidan baru melihat tali
pusar terlilit 2x dileher bayi kami, ini membuat bahu bayi kami yang seharusnya
bisa langsung keluar jadi tersendat. Lalu bidan berusaha mengulur tali pusar
tersebut dari dalam yang alhamdulillah cukup panjang sehingga bisa melepaskan
lilitan dileher bayiku. Setelah tali pusar terlepas, untuk mengeluarkan bahunya
bidanpun menyuruhku mengedan sekali lagi, dan Alhamdulillah keluarlah bayi kami
dengan selamat.

Meski begitu, aku dan suamiku tetap penasaran
kenapa bayi kami yang kedua berat badan lahirnya lebih besar dari yang pertama.
Bahkan sampai selisih 7.5 ons. Padahal pertambahan berat badanku secara
keseluruhan tidak jauh berbeda yaitu 15 kg dari berat badanku semula 45kg.
Untuk itu kamipun tak segan bertanya kepad bidan dan juga Dokter kandungan.
Ternyata jawabannya sama, menurut mereka penyebabnya salah satunya adalah karena konsumsi susu UHT dan
susu sapi segar selama aku hamil. Kenapa bisa? Hal ini karena dalam susu sapi
atau susu UHT sejenis terdapat kandungan lemak yang lebih banyak dari pada susu
Ibu hamil. Sementara susu ibu hamil gizinya sudah di takar sedemikian rupa
sehingga cukup untuk kebutuhan ibu dan bayi.Sekarang aku masih menyusui bayiku,
dan tak lupa ku bantu dengan minum susu untuk masa menyusui yang rasa Coklat.
Rasa Coklatnya benar-benar nikmat loh! Diminum hangat atau dingin sama nikmatnya. Alhamdulillah
produksi ASI ku lancar dan bayiku tidak rewel. Dan sudah pasti bergizi tinggi
donk.

Dari pengalaman itu, kami jadi tau bedanya
antara minum susu Ibu hamil dengan susu Sapi/UHT.Semoga pengalamanku ini bisa
jadi inspirasi bagi calon ibu lainnya dalam memilih susu yang akan dikonsumsi.


Susu Prenagen rasa Mocha, Enak ga Eneg!

August 20th, 2007 by hanykurniasari

Mungkin
pengalamanku ini tidak terlalu unik, tapi mudah-mudahan bisa jadi inspirasi
bagi ibu-ibu yang lain untuk berbuat hal yang sama.

Ketika hamil pertama, seperti halnya calon ibu
yang lain, 3 bulan pertama aku mengalami yang namanya ‘morning sickness’. Hal
ini tidak Cuma bikin tubuhku jadi tidak fit tapi juga aku jadi ‘ogah’ minum
susu. Apalagi susu buat ibu hamil.

Mencium baunya saja sudah bikin aku mual gak
karuan. Sampai suatu hari suamiku membawakan aku susu Prenagen rasa vanilla.
Hiiii… aku tetap tidak bergeming untuk meminumnya meski sedikit. Lalu suamiku
membeli lagi yang rasa strawberi, tidak suka juga! Begitupun ketika ku coba
rasa coklat. Aku dan suamiku jadi khawatir, kalau begini terus nanti pertumbuhan
dan kecerdasan bayi kami kelak akan terganggu.

Untunglah seorang sahabat menyarankan aku
mencoba Prenagen Ibu Hamil yang rasa Mocha. Katanya dia juga cocok. Lalu
suamiku bergegas membelinya dengan harapan kali ini aku bisa menelan susu itu.
Demi bayi kami.

Benar saja , ketika ku buat segelas susu rasa
Mocha itu, yang tercium pertama kali bukanlah bau susu, tapi seperti bau kopi.
Segera kucoba, dan…. Ajaib! Rasanya nikmat, dan gak eneg!. Aku bisa menelan
susuku dengan nikmat sampai habis. Suamiku kini bisa tersenyum lega.

Sejak saat itu, hingga usia kehamilan 9 bulan
aku rutin meminum susu Prenagen rasa
Mocha 2x sehari. Alhamdulillah, ketika waktu bersalin tiba anak kami lahir
dengan fisik sempurna dan sehat. Dengan berat lahir 2.8kg dan panjang 48cm, aku
melahirkan bayiku dengan cara normal dan lancar. Selama menyusui aku juga rutin
minum susu Prenagen setiap habis menyusui. Hasilnya, terasa sekali ASI ku lebih
banyak dan cukup untuk kebutuhan bayi kami sehingga aku bisa memberinya ASI
eksklusif. Dan kami lebih tenang lagi karena dengan minum susu Prenagen sejak
hamil sampai menyusui, pasti ASI ku juga jadi lebih bergizi tinggi melebihi
susu formula manapun. Oya, aku pernah lupa meminum susu seharian karena
kesibukan mengurus rumah dan bayi kami, ternyata ASI ku juga berkurang dan bayi
ku jadi rewel karena merasa tidak kenyang.

Aku memberi ASI full selama 2 tahun kepada anak
pertama kami. Hasilnya anak kami terlihat pesat sekali pertumbuhan
kecerdasannya. Aku ingat, mulai umur 7 bulan giginya sudah mulai tumbuh.Dan
pada usia 13 bulan dia sudah bisa berjalan sekaligus bicara. Semua itu kami
yakini karena ASI eksklusif yang kuberikan dan juga stimulasi yang diterimanya
dari kami dan lingkungan sekitar.

Masih banyak lagi catatan perkembangan yang
dilalui anak pertama kami itu, semuanya selalu ku catat dalam buku jurnal
perkembangan bayi yang pernah ku dapat dari majalah Ayahbunda. Dari situ aku
tertarik untuk menulis setiap perkembangan motorik kasar dan halus anak kami.